Pentingnya Vitamin A untuk Kesehatan Masyarakat Indonesia
Info Marabahan- Vitamin A merupakan salah satu zat gizi mikro yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh, khususnya mata, sistem imun, dan pertumbuhan anak. Di Indonesia, pemerintah secara rutin melaksanakan program pemberian kapsul vitamin A gratis dua kali setahun kepada balita dan ibu nifas sebagai upaya mencegah kekurangan vitaminn A yang dapat berdampak serius pada kesehatan.
Menurut Kementerian Kesehatan, kekurangan vitamin A dapat menyebabkan gangguan penglihatan, menurunkan daya tahan tubuh, bahkan meningkatkan risiko kematian pada anak. “Vitaminn A itu ibarat tameng alami bagi tubuh. Kalau anak kekurangan vitaminn A, ia lebih mudah sakit dan pertumbuhannya juga terganggu,” kata dr. Siti Nadia Tarmizi, pejabat di Kemenkes RI.
Program pemberian vitaminn A gratis sudah berjalan puluhan tahun dan setiap Februari serta Agustus dikenal sebagai Bulan Vitamin A. Pada periode ini, Posyandu, Puskesmas, dan fasilitas kesehatan lainnya di seluruh Indonesia mendistribusikan kapsul vitaminn A biru untuk bayi 6–11 bulan dan kapsul merah untuk anak 12–59 bulan.
:max_bytes(150000):strip_icc()/FoodsHighInVitaminA-86cc24d7e4fd4c05bbd7d6fa9c907635.jpg)
Baca Juga : Kebakaran Hanguskan Enam Rumah di Bakumpai, Warga Dapat Bantuan Pemerintah
Kesadaran orang tua untuk datang ke Posyandu sangat menentukan keberhasilan program ini.
Semakin banyak anak yang mendapat vitamin A, semakin rendah risiko kebutaan dan infeksi berat,” jelas Nadia.Selain kapsul gratis, pemerintah juga mendorong masyarakat memenuhi asupan vitamin A dari makanan sehari-hari. Beberapa bahan pangan kaya vitamin A antara lain hati ayam atau sapi, telur, susu, ikan, minyak ikan, serta sayuran berwarna hijau tua dan oranye seperti bayam, wortel, labu kuning, dan ubi.
Di Kabupaten-kabupaten dengan angka kekurangan gizi tinggi, pemerintah daerah sering bekerja sama dengan PKK, kader Posyandu, dan lembaga swadaya masyarakat untuk mengadakan kampanye edukasi. Misalnya di Kabupaten Nusa Tenggara Timur, kader kesehatan door to door untuk membagikan vitamin A sambil memberikan penyuluhan mengenai pola makan bergizi.
Sejumlah ahli gizi juga mengingatkan, meski vitamin A penting, penggunaannya harus sesuai dosis.
Kelebihan vitamnin A (hipervitaminosis) bisa menimbulkan efek samping seperti mual, sakit kepala, hingga kerusakan hati. Karena itu, pemberian kapsul vitamin A hanya dilakukan sesuai jadwal resmi pemerintah dan pengawasan tenaga kesehatan.
Program vitaminn A ini sejalan dengan upaya nasional memperbaiki status gizi anak dan menurunkan angka stunting. Dengan daya tahan tubuh yang lebih baik, anak-anak lebih jarang sakit sehingga pertumbuhannya optimal.
“Harapan kami, tidak ada lagi anak Indonesia yang kekurangan vitaminn A. Dengan pemenuhan gizi yang baik, kita sedang menyiapkan generasi emas 2045 yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi,” tutup Nadia.
















