Marabahan, Kota Tua di Kalimantan Selatan yang Kaya Sejarah dan Pesona Sungai Barito
Info Marabahan- Marabahan, sebuah kota yang terletak di tepian Sungai Barito, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, menyimpan kisah panjang sejarah sekaligus daya tarik alam yang khas. Kota ini dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan tua di Kalimantan Selatan, sekaligus jalur penting dalam aktivitas masyarakat Banjar yang sejak dahulu menggantungkan hidupnya pada sungai.
Sejarah dan Peran Marabahan
Marrabahan sering disebut sebagai kota tua di tepi Barito. Sejak masa Kesultanan Banjar, daerah ini telah menjadi pusat kegiatan ekonomi dan pemerintahan. Posisi Marrabahan yang strategis di aliran Sungai Barito membuatnya berkembang sebagai jalur transportasi air, perdagangan hasil bumi, dan tempat bertemunya berbagai budaya lokal.
Bahkan, hingga kini, jejak kehidupan masyarakat Banjar yang sangat bergantung pada sungai masih terlihat jelas di Marrabahan. Sungai bukan hanya jalur transportasi, melainkan juga sumber ekonomi dan budaya.

Baca Juga : Renungan Suci Jadi Pengingat Masyarakat Batola untuk Jaga Persatuan Bangsa
Kehidupan di Tepi Sungai Barito
Masyarakat Marrabahan umumnya bekerja sebagai nelayan, petani, dan pedagang. Hasil bumi seperti padi, jagung, dan sayuran menjadi penopang utama kehidupan. Di sisi lain, Sungai Barito juga memberi kehidupan melalui hasil tangkapan ikan, udang, hingga kerang yang bernilai ekonomi tinggi.
Setiap pagi, suasana Marrabahan ramai oleh pasar tradisional yang menjual aneka kebutuhan pokok, hasil kebun, hingga makanan khas Banjar. Kehidupan sederhana di tepian sungai mencerminkan kearifan lokal masyarakat setempat yang selalu menjaga hubungan harmonis dengan alam.
Wisata dan Daya Tarik Marabahan
Walau tidak sebesar kota lain di Kalimantan, Marrabahan punya potensi wisata yang memikat. Beberapa di antaranya:
-
Sungai Barito – ikon utama yang menjadi pusat kehidupan masyarakat. Wisatawan bisa menikmati pemandangan sungai, perahu tradisional, hingga aktivitas masyarakat.
-
Pasar Terapung Marabahan – walaupun tidak sebesar Pasar Terapung Lok Baintan, pasar di Marrabahan tetap menjadi daya tarik karena menampilkan aktivitas jual beli di atas perahu.
-
Kuliner khas Banjar – seperti soto Banjar, ikan haruan bakar, hingga kue tradisional berbahan tepung beras dan kelapa.
-
Wisata budaya – upacara adat dan tradisi Banjar yang masih dijaga masyarakat setempat.
Selain wisata, Marabahan juga sering dijadikan tempat singgah bagi mereka yang melakukan perjalanan darat maupun sungai menuju kota-kota lain di Kalimantan Selatan.
Potensi Ekonomi Marabahan
Sebagai ibukota Kabupaten Barito Kuala, Marabahan menjadi pusat pemerintahan sekaligus aktivitas ekonomi. Pertanian dan perikanan menjadi sektor andalan. Kabupaten Barito Kuala sendiri dikenal sebagai salah satu lumbung padi Kalimantan Selatan, dan Marabahan berperan penting dalam distribusi hasil panen tersebut.
Selain itu, sektor perdagangan dan jasa juga berkembang seiring pertumbuhan jumlah penduduk. Pasar tradisional tetap menjadi pusat ekonomi rakyat, meski kini perlahan muncul usaha modern seperti toko swalayan dan jasa transportasi.
Masyarakat dan Budaya
Masyarakat Marabahan mayoritas berasal dari suku Banjar, dengan bahasa dan budaya khas yang kuat. Kehidupan sehari-hari mereka sarat dengan nilai gotong royong, adat istiadat, serta tradisi keagamaan yang kental.
Beberapa tradisi Banjar seperti baayun anak (ritual mengayun bayi dengan doa-doa), maulid habsyi, hingga tradisi sungai lainnya masih sering dilaksanakan, terutama pada momen-momen penting.
Pembangunan dan Harapan
Sebagai ibukota kabupaten, Marabahan terus berkembang dengan pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik. Jalan penghubung ke Banjarmasin dan kota-kota lain diperbaiki, sekolah serta fasilitas kesehatan semakin bertambah, dan layanan pemerintahan ditingkatkan.
Meski begitu, masyarakat Marabbahan tetap berharap agar pembangunan berjalan merata, terutama di daerah-daerah perdesaan yang masih sulit dijangkau. Potensi besar pertanian, perikanan, dan wisata juga diharapkan dapat lebih dikembangkan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kesimpulan
Marabahan bukan hanya kota kecil di tepian Sungai Barito, tetapi juga saksi sejarah panjang peradaban Banjar di Kalimantan Selatan. Dengan kehidupan masyarakat yang akrab dengan sungai, budaya Banjar yang kental, serta potensi ekonomi dari pertanian dan perikanan, Marabahan terus tumbuh sebagai pusat kegiatan Kabupaten Barito Kuala.
Keindahan alam sungai, keramahan masyarakat, serta tradisi budaya yang masih terjaga menjadikan Marabahan sebagai salah satu permata Kalimantan Selatan yang patut lebih dikenal.
















