Kebakaran Meneror Desa Cukan Lipai HST, Enam Rumah Hangus Dilalap Api
Info Marabahan– Malam yang seharusnya tenang berubah menjadi mencekam bagi warga Desa Cukan Lipai, Kecamatan Batang Alai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk pada Jumat malam (08/08/2025) sekitar pukul 21.39 WITA, menghanguskan enam unit rumah dalam sekejap.
Saat api mulai berkobar, kepanikan langsung menyebar di antara warga. Teriakan “kebakaran!” menggema di lorong-lorong desa, membangunkan mereka yang sudah terlelap. Tanpa menunggu lama, puluhan relawan pemadam kebakaran dari berbagai posko bergegas menuju lokasi dengan peralatan seadanya, berjuang melawan kobaran api yang terus menjalar.
Api Berkobar, Warga Berjuang Selamatkan Harta Benda
Menurut kesaksian relawan Barabai, Ijab, yang dihubungi Banjarmasinpost.co.id, api masih belum bisa dikendalikan sepenuhnya. “Relawan ada yang sudah di titik kejadian, ada juga yang masih dalam perjalanan,” ujarnya dengan suara tegang.
Dia menambahkan, informasi sementara menyebutkan enam rumah warga telah ludes dilalap si jago merah. “Kami masih fokus pada upaya pemadaman dan evakuasi. Korban jiwa belum ada laporan, tapi kerugian materil sangat besar,” jelas Ijab.
Sumber lain menyebutkan, kebakaran diduga bermula dari hubungan arus pendek listrik di salah satu rumah. Namun, hal ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Baca Juga: Sandy Walsh Bangkit! Siap Rebut Posisi Inti di Yokohama F. Marinos
Solidaritas Warga dan Tantangan Pemadaman
Keterbatasan akses air dan jarak yang jauh dari posko pemadam kebakaran terdekat menjadi kendala utama dalam proses pemadaman. Warga setempat bahu-membahu membentuk garis suplai air menggunakan ember dan selang seadanya, sambil menunggu kedatangan armada pemadam yang lebih memadai.
“Kami sudah berusaha memadamkan api dengan apa yang ada, tetapi angin malam memperparah kobaran,” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, api masih belum sepenuhnya padam. Tim gabungan relawan dan petugas pemadam terus berupaya mengamankan area sekitar untuk mencegah perluasan kebakaran.
Duka Warga dan Bantuan yang Dibutuhkan
Kebakaran ini bukan hanya menghancurkan bangunan, tetapi juga memorak-porandakan kehidupan warga yang kehilangan tempat tinggal dalam sekejap. Banyak di antara korban hanya bisa menyelamatkan diri dengan pakaian yang melekat di badan.
“Semua harta benda habis. Kami butuh bantuan segera, terutama tenda, makanan, dan pakaian,” ungkap salah seorang korban dengan linangan air mata.
Pemerintah setempat dan organisasi kemanusiaan telah mulai mengkoordinir bantuan darurat. Masyarakat yang ingin berdonasi dapat menghubungi Posko Bencana Kebakaran Desa Cukan Lipai yang dibuka di Balai Desa setempat.
Catatan Penting: Pencegahan Kebakaran di Musim Kemarau
Insiden ini menjadi pengingat betapa pentingnya kesiapsiagaan terhadap bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang rawan bencana. Beberapa langkah preventif yang dapat dilakukan warga antara lain:
-
Memeriksa instalasi listrik secara berkala untuk menghindari korsleting.
-
Menyiapkan alat pemadam sederhana seperti karung basah atau tabung APAR kecil di rumah.
-
Menghindari menumpuk barang mudah terbakar di dekat sumber api.
-
Membuat titik air darurat di lingkungan permukiman padat penduduk.
Penutup
Kebakaran di Desa Cukan Lipai HST kembali menorehkan duka bagi masyarakat Hulu Sungai Tengah. Di balik upaya pemadaman yang masih berlangsung, semangat gotong royong warga menjadi cahaya di tengah kegelapan malam.
Banjarmasinpost.co.id akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan informasi terbaru seputar penanganan pascabencana.
















