Wisata Religi di Tapin: Menyusuri Makam Datu Qabul, Jejak Sejarah dan Pemersatu Peziarah Kalimantan
Info Marabahan- Makam Datu Qabul di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, semakin dikenal sebagai destinasi wisata religi yang sarat makna. Sosok ulama ini, yang bernama asli Muhammad Mahmud Al-Qabul, diperkirakan wafat sekitar 150 tahun silam. Meski sudah lama dimakamkan, kompleks makamnya baru resmi dibuka untuk umum pada tahun 2010. Sejak saat itu, Makam Datu Qabul menjadi magnet bagi peziarah dari berbagai penjuru Kalimantan.
Magnet Spiritual yang Tak Pernah Sepi
Bagi masyarakat setempat, Datu Qabul bukan sekadar tokoh agama, tetapi juga simbol kesalehan dan keteladanan. Banyak peziarah datang untuk berdoa, mencari ketenangan batin, memohon berkah, hingga memenuhi nazar yang telah diikrarkan.
Ernawati, warga Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, adalah salah satu contohnya. Ia bersama suami dan anak-anaknya rutin berkunjung ke makam ini. “Alhamdulillah hajat kami sudah sampai, jadi kami datang ke sini untuk menunaikan nazar. Kami bisa datang dua sampai tiga kali dalam setahun,” ungkapnya kepada Banjarmasin Post pada Selasa (…).

Baca Juga : Lutheranisme: Akar Sejarah, Prinsip Utama, dan Perannya di Dunia Modern
Suasana Makam Datu Qabul di Hari Biasa
Ketika dikunjungi di hari kerja, suasana makam terlihat lebih lengang dibanding akhir pekan. Area parkir yang cukup luas tampak sepi, hanya beberapa kendaraan roda dua dan roda empat terparkir. Namun, kesunyian inilah yang membuat atmosfer religi semakin terasa khidmat.
Untuk mencapai area makam, pengunjung melewati lorong yang dipenuhi pedagang suvenir, makanan ringan, serta oleh-oleh khas daerah. Suara para pedagang yang menawarkan dagangannya terdengar bersahutan, menambah semarak perjalanan menuju makam. Uniknya, di antara para pedagang itu ada yang mengisi waktu dengan membaca Al-Quran dengan suara merdu sambil duduk bersandar di dinding kayu, peci menutupi kepalanya dan mushaf Al-Quran terpegang erat di depan dada.
Namun, tidak semua kios buka pada hari biasa. Sebagian toko tutup karena jumlah peziarah yang lebih sedikit. Biasanya, puncak keramaian terjadi pada akhir pekan atau pada momen-momen tertentu ketika banyak orang memilih waktu luang untuk berziarah bersama keluarga.
Lokasi Strategis dan Mudah Dijangkau
Makam Datu Qabul berlokasi di Desa Baulin, Kecamatan Candi Laras Selatan, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan. Akses menuju lokasi relatif mudah karena berada di jalur yang cukup ramai dilalui kendaraan. Pemerintah daerah juga terus berupaya menata kawasan sekitar makam agar lebih nyaman bagi pengunjung, termasuk memperbaiki fasilitas umum dan memperluas area parkir.
Tradisi Ziarah yang Menyatukan
Ziarah ke Makam Datu Qabul bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga menjadi momen silaturahmi antarwarga dari berbagai daerah. Para peziarah sering saling bertukar cerita, pengalaman spiritual, bahkan menjalin kerja sama usaha kecil dari hasil pertemuan tersebut. Tradisi ini memperkaya nilai sosial di tengah masyarakat.
Dengan perpaduan nuansa religius, sejarah, dan aktivitas ekonomi warga sekitar, Makam Datu Qabul kini bukan hanya sekadar tempat berdoa, tetapi juga destinasi wisata religi yang menghidupkan perekonomian lokal dan mempererat hubungan sosial.
















