Harry Maguire Tegas: Cukup Cari Alasan, Manchester United Harus Bangkit Musim Ini!
Info Marabahan- Manchester United tak boleh lagi hidup di bayang-bayang masa lalu. Begitulah pesan keras yang disampaikan oleh bek senior mereka, Harry Maguire, usai menuntaskan rangkaian tur pramusim Premier League Summer Series 2025 di Amerika Serikat dengan hasil yang cukup menggembirakan: tak terkalahkan dalam tiga laga.
MU sukses meraih dua kemenangan menghadapi West Ham dan Bournemouth, sebelum akhirnya ditahan imbang oleh Everton. Meski belum sempurna, performa mereka menunjukkan tanda-tanda positif menuju musim kompetisi yang baru. Namun, bagi Maguire, ini bukan saatnya terlena atau berpuas diri. Ia menekankan satu hal penting: musim ini, tak ada lagi tempat untuk alasan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5216781/original/022578200_1747024990-AP25131554326535.jpg)
Baca Juga : Bupati Barito Kuala Resmikan Tiga Gedung Baru di RSUD H. Abdul Aziz Marabahan
Tinggalkan Musim Lalu, Tatap Masa Depan
Dalam wawancaranya bersama media internal klub, Maguire tak menutupi kenyataan pahit musim lalu. Di bawah performa terbaik, MU gagal memenuhi ekspektasi fans, dan yang paling menyakitkan: kekalahan di partai final Liga Europa.
“Musim lalu adalah periode yang sangat sulit—bukan hanya buat saya secara pribadi, tapi juga bagi tim dan klub secara keseluruhan,” ujar Maguire dengan nada serius. “Namun sekarang, tak ada lagi ruang untuk bersembunyi. Kami sudah punya waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri, kami sudah belajar banyak, dan kami tahu apa yang harus diperbaiki.”
Adaptasi dengan Ruben Amorim, Tak Lagi Alasan
Salah satu alasan yang kerap dilontarkan publik soal performa buruk MU musim lalu adalah proses transisi ke pelatih baru, Ruben Amorim, yang datang menggantikan Erik ten Hag di tengah musim.
Adaptasi yang mepet, sistem permainan yang berbeda, hingga minimnya waktu latihan kerap disebut sebagai biang keladi menurunnya konsistensi MU. Namun bagi Maguire, masa-masa itu sudah lewat.
“Memang benar, Amorim sempat bilang kami kekurangan waktu untuk memahami sistemnya secara mendalam,” ungkap Maguire. “Tapi pramusim kali ini beda. Latihannya berat secara fisik, tapi yang lebih penting, sangat fokus ke taktik.”
Dia melanjutkan, “Kami jadi lebih memahami sistem permainan yang diterapkan. Ini bukan cuma latihan lari atau zig-zag. Ini latihan penuh pembelajaran, dan sekarang saatnya kami tunjukkan hasilnya di lapangan.”
Tanda-Tanda Perubahan Mulai Terlihat
Salah satu performa terbaik MU di tur pramusim datang saat menghajar Bournemouth dengan skor meyakinkan 4-1. Namun, Maguire mengakui lini pertahanan masih perlu diperbaiki, seperti yang terlihat saat mereka ditahan imbang 2-2 oleh Everton.
Dengan satu laga uji coba tersisa menghadapi Fiorentina di Old Trafford, Setan Merah masih punya waktu untuk memoles kekurangan sebelum memasuki laga kompetitif perdana mereka.
Yang tak kalah menarik, laga kontra Fiorentina juga menjadi momen emosional karena kemungkinan akan mempertemukan MU dengan mantan penjaga gawang legendaris mereka, David De Gea, yang kini memperkuat klub asal Italia tersebut.
Debut Lawan Arsenal dan Tantangan Berat di Awal Musim
Laga pembuka Premier League 2025/26 bukan hanya pertandingan biasa. MU langsung akan dihadapkan dengan Arsenal dalam laga klasik yang dipastikan menyedot perhatian jutaan mata penggemar sepak bola.
Selain rivalitas yang panjang antara dua klub besar Inggris, laga ini diprediksi menjadi panggung debut striker baru Arsenal, Viktor Gyökeres, yang musim lalu dilatih Ruben Amorim di Sporting CP. Sebuah duel yang sarat emosi dan penuh intrik.
Kesimpulan: Musim Ini Harus Lebih Baik
Dengan pengalaman pahit musim lalu, persiapan matang pramusim, dan sistem yang mulai dipahami, Maguire berharap semua elemen tim bisa menyatu dan membawa Manchester United kembali ke jalur juara.
“Tak ada lagi alasan. Ini musim kami untuk membuktikan diri. Kami harus bangkit,” pungkasnya.
















