Barito Kuala Mengaji 2025 Pecahkan Rekor, Lebih dari 13.500 Peserta Ambil Bagian dalam Gerakan Spiritual Massal
Info Marabahan- Semangat masyarakat Kabupaten Barito Kuala dalam memperkuat nilai-nilai keislaman kembali terlihat melalui kegiatan akbar Barito Kuala Mengaji yang digelar untuk ketiga kalinya, Rabu, 6 Agustus 2025. Bertempat di Lapangan 5 Desember Marabahan, acara ini menjadi salah satu kegiatan religius terbesar di Kalimantan Selatan, dengan total partisipasi mencapai lebih dari 13.500 orang — baik secara luring maupun daring.
Kegiatan tahunan yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Barito Kuala ini tak hanya menjadi momen kebersamaan dalam membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan kekuatan spiritual masyarakat setempat. Diprakarsai oleh Sekretaris Daerah Barito Kuala, H. Zulkipli Yadi Noor, kegiatan ini kini menjelma sebagai gerakan kolektif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, dari aparat pemerintah hingga masyarakat umum.
“Barito Kuala Mengaji bukan sekadar seremoni. Ini adalah bentuk nyata ibadah kolektif kita, sekaligus doa bersama agar daerah kita selalu diberkahi dan sejahtera,” ujar Zulkipli dalam sambutannya.

Baca Juga : Harry Maguire Siap Tempur: MU Harus Bangkit, Tak Ada Lagi Alasan!
Lonjakan Peserta: Dari Ratusan Menjadi Belasan Ribu
Perjalanan Barito Kuala Mengaji sungguh luar biasa. Pada tahun pertama penyelenggaraan di 2023, acara ini diikuti oleh sekitar 2.760 peserta, yang mewakili sekitar 92 kali khatam Al-Qur’an. Tahun berikutnya, jumlah tersebut naik menjadi 3.611 peserta (120 kali khatam). Dan tahun ini, lonjakan luar biasa terjadi: 13.500 peserta berpartisipasi, mencatat rekor baru dalam sejarah kegiatan ini.
Dari total tersebut, 5.580 peserta hadir langsung di lapangan, sementara 7.920 lainnya mengikuti secara daring dari berbagai titik di wilayah Barito Kuala. Ini menunjukkan bahwa semangat masyarakat untuk mengaji dan memperdalam ilmu agama semakin tumbuh, bahkan di tengah era digital.
Kebersamaan Tanpa Sekat: Semua Elemen Turut Serta
Kegiatan ini menjadi wadah inklusif yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat. Dari unsur pemerintahan seperti perangkat daerah dan kecamatan, hingga pelajar, santri pondok pesantren, anggota TNI-Polri, majelis taklim, organisasi wanita, jamaah masjid, hingga komunitas dan organisasi kemasyarakatan lainnya — semua bersatu dalam lantunan ayat-ayat suci.
Kolaborasi yang kuat juga terlihat dari sinergi antara Pemkab Barito Kuala dengan berbagai lembaga keagamaan seperti LPTQ, IPQAH, MUI, BKPRMI, serta pihak-pihak lain yang turut menyukseskan acara ini setiap tahunnya.
Hadirkan Qari Internasional: Syamsuri Firdaus Meriahkan Acara
Tahun ini, kemeriahan kegiatan semakin lengkap dengan kehadiran Ustaz H. Syamsuri Firdaus, Qari Internasional asal Nusa Tenggara Barat. Ia merupakan juara MTQ Internasional di Turki (2019), Tanzania (2023), dan Kuwait (2024). Kehadirannya menambah semarak suasana dan memberi inspirasi kepada para peserta, terutama generasi muda, bahwa prestasi dalam bidang keagamaan dapat membawa harum nama bangsa di kancah dunia.
Tak hanya itu, AKBP Diaz Sasongko, mantan Kapolres Barito Kuala yang kini menjabat Wakil Direktur Reskrimum Polda Kalsel, juga turut hadir sebagai tamu kehormatan. Sosok yang sudah tiga kali mengikuti kegiatan ini menegaskan bahwa Barito Kuala Mengaji punya tempat khusus di hati para tokoh yang pernah bertugas di daerah ini.
Doa Bersama dan Harapan yang Menyatu
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk para tokoh dan peserta terdahulu yang telah wafat, khususnya Ketua MUI Barito Kuala beserta istri, yang meninggal beberapa bulan lalu. Doa ini menjadi bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa-jasa mereka dalam membangun fondasi keagamaan di Barrito Kuala.
“Semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan melimpahkan rahmat serta karunia-Nya kepada kita semua. Aamiin ya rabbal ‘alamin,” tutup Zulkipli dengan haru.
Menjadi Tradisi, Menjadi Identitas
Dengan pertumbuhan jumlah peserta yang luar biasa dan antusiasme yang tak pernah surut, Barito Kuala Mengaji kini bukan hanya menjadi kegiatan tahunan — melainkan sebuah tradisi spiritual yang telah menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat Barrito Kuala. Dari desa hingga kota, dari anak-anak hingga orang tua, semua menyatu dalam satu suara: suara ayat-ayat suci Al-Qur’an yang menyejukkan dan menenangkan.
Dan tahun depan, siapa tahu? Mungkin 20.000 suara akan kembali bergema dari Barrito Kuala — mengaji, berdoa, dan berharap bersama untuk masa depan yang lebih terang dan penuh berkah.
















