Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
Grab
Grab
Grabe Grabe Grabe

Adhy Prasetyanto: “Saya Anggap Kalian Saudara” Saat Pamit dari Rutan Marabahan

cek disini

Suasana Haru Iringi Perpisahan Karutan Marabahan Adhy Prasetyanto Menuju Tugas Baru di Papua

Info Marabahan- Sabtu pagi (27/9/2025) menjadi momen penuh emosi di halaman Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Marabahan. Seluruh pegawai dan warga binaan berkumpul dalam apel pagi yang berbeda dari biasanya. Hari itu, Kepala Rutan Adhy Prasetyanto secara resmi berpamitan setelah satu tahun satu bulan memimpin Rutan Marabahan, meninggalkan jejak pengabdian yang membekas di hati banyak orang.

Adhy mendapat amanah baru sebagai Kepala Lapas Kelas IIB Manokwari, Papua. Dalam sambutan perpisahannya yang penuh kehangatan, ia menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas dukungan seluruh jajarannya selama ia bertugas di Marabahan.

“Hari ini tepat satu tahun satu bulan saya bertugas di Rutan Marabahan. Banyak pengalaman berharga yang kita lalui bersama. Saya mohon doa agar diberikan keselamatan dan kesuksesan di tempat baru nanti,” ucapnya dengan suara bergetar menahan haru.

Adhy Prasetyanto: “Saya Anggap Kalian Saudara” Saat Pamit dari Rutan Marabahan
Adhy Prasetyanto: “Saya Anggap Kalian Saudara” Saat Pamit dari Rutan Marabahan

Baca Juga : Vitamin A, Si Kecil yang Bikin Anak Indonesia Lebih Sehat

Pesan Menyentuh untuk Warga Binaan

Tak hanya kepada para pegawai, Adhy juga menyampaikan pesan khusus untuk para warga binaan yang selama ini dibinanya. Ia mengingatkan pentingnya menjaga semangat memperbaiki diri meskipun dirinya akan bertugas di tempat baru.

“Saya sudah menganggap kalian sebagai saudara saya sendiri. Jangan pernah berhenti memperbaiki diri. Saya tetap mendoakan yang terbaik untuk kalian meski saya bertugas di Manokwari,” katanya, disambut tepuk tangan hangat para warga binaan.

Menurut Adhy, keberhasilan pembinaan di rutan bukan hanya ditentukan oleh petugas, tetapi juga kemauan para warga binaan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Karena itu, ia berharap program pembinaan yang telah berjalan tetap dilanjutkan secara konsisten.

Kenangan Manis Selama Bertugas

Selama memimpin Rutan Marabahan, Adhy dikenal sebagai pemimpin yang mengedepankan kekompakan dan profesionalitas. Hubungan harmonis antara petugas rutan, masyarakat sekitar, dan instansi terkait turut menjadi ciri khas masa kepemimpinannya. Ia menyebut pengalaman itu sebagai modal berharga untuk pengabdiannya selanjutnya di Papua.

“Suasana kerja yang penuh kebersamaan, profesionalitas petugas, serta hubungan harmonis dengan masyarakat dan instansi terkait adalah pengalaman yang tak ternilai. Semua ini akan menjadi bekal berharga untuk pengabdian saya berikutnya,” pungkasnya.

Jejak yang Membekas

Kepergian Adhy meninggalkan kesan mendalam bagi banyak pihak. Para pegawai dan warga binaan mengaku kehilangan sosok pemimpin yang hangat, dekat dengan bawahan, namun tetap tegas dan profesional. Doa dan ucapan selamat mengiringi langkahnya menuju babak baru pengabdian di tanah Papua.

Perpisahan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru bagi Adhy Prasetyanto. Masyarakat Marabahan pun berharap ia terus membawa semangat pelayanan, dedikasi, dan kepedulian yang sama di tempat tugasnya yang baru.

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *