PPI Dunia Gaungkan Perlindungan Diaspora Pelajar Indonesia Lewat Deklarasi Turki
Info Marabahan- Suara diaspora pelajar Indonesia di seluruh dunia kembali menggema. Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia sukses menggelar Simposium Internasional (SI) ke-17 pada 9–12 September 2025 di Bursa, Turki. Ajang tahunan bergengsi ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi juga ruang bagi pelajar Indonesia di mancanegara untuk menyuarakan aspirasi dan memperkuat jejaring global.
Tahun ini, semangat itu diwujudkan dalam Deklarasi Turki, sebuah kesepakatan penting yang memuat delapan aspirasi utama pelajar diaspora Indonesia. Fokus terbesarnya: perlindungan menyeluruh bagi pelajar Indonesia di luar negeri.
Ajang Intelektual, Diplomasi, dan Regenerasi
Simposium Internasional PPI Dunia telah menjadi agenda rutin yang dirancang untuk meningkatkan wawasan global, memperluas kerja sama, dan mempersiapkan regenerasi kepemimpinan Koordinator PPI Dunia. Tahun ini, ratusan pelajar Indonesia dari 66 negara hadir bersama akademisi, praktisi, pengusaha, serta pejabat pemerintah Indonesia dan Turki.
Forum ini terbukti tidak hanya mempererat hubungan antar-PPI di berbagai negara, tetapi juga memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Turki melalui interaksi budaya dan diskusi kebijakan yang strategis.

Baca Juga : MTQN ke-51 HSU Sukses Digelar, Antusiasme Warga Pecahkan Rekor Kehadiran
Rangkaian Kegiatan yang Kaya dan Variatif
Selama tiga hari, peserta disuguhi beragam agenda menarik: konferensi internasional, sidang komisi, seminar tematik, pameran inovasi, hingga diskusi isu-isu global terkini. Ada pula pertukaran budaya, Gala Dinner, serta tur kota Bursa yang membuat forum ini semakin hidup dan inklusif.
Kegiatan ini bukan hanya tentang diskusi serius. PPI Dunia memanfaatkannya sebagai sarana menyampaikan aspirasi kolektif diaspora pelajar melalui kesepakatan bersama antarketua PPI negara yang dirangkum dalam Deklarasi Turki. Dokumen tersebut menjadi pijakan advokasi bagi ribuan pelajar Indonesia di mancanegara.
Isi Deklarasi Turki: Suara Pelajar, Aspirasi Bangsa
Deklarasi Turki memuat “Asta Asa Pelajar Diaspora Indonesia”, delapan aspirasi penting yang menegaskan kebutuhan akan perlindungan menyeluruh bagi pelajar Indonesia di luar negeri. PPI Dunia mendorong pemerintah segera mengesahkan Undang-Undang Perlindungan Pelajar Indonesia di Luar Negeri, serta memperkuat perlindungan hukum, sosial, dan konsuler bagi pelajar dan pekerja migran Indonesia.
“Perlindungan yang komprehensif merupakan prasyarat agar pelajar serta pekerja migran dapat menjalankan aktivitasnya dengan aman dan bermartabat,” tegas PPI Dunia dalam surat Deklarasi Turki pada Rabu (10/9/2025).
Selain isu perlindungan diaspora pelajar, Deklarasi Turki juga menyoroti beragam isu strategis lain: pendidikan sebagai barang publik dan misi strategis; transparansi sistem pengupahan pejabat publik; demokrasi deliberatif; supremasi sipil dan pemberantasan korupsi; partisipasi diaspora dalam pembangunan nasional; pemanfaatan sumber daya alam; demokrasi ekonomi; perubahan iklim; keadilan lingkungan; hingga solidaritas internasional.
Komitmen PPI Dunia untuk Masa Depan Indonesia
Melalui Simposium Internasional ke-17 ini, PPI Dunia menegaskan komitmennya sebagai wadah kolaborasi dan advokasi diaspora pelajar Indonesia di seluruh dunia. Deklarasi Turki diharapkan menjadi pertimbangan strategis pembuat kebijakan di Tanah Air.
PPI Dunia percaya, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelajar akan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkeadilan. Aspirasi diaspora pelajar bukan hanya suara yang menggema di forum internasional, tetapi juga energi perubahan bagi kemajuan bangsa.
















