ABK Hilang di Sungai Barito Saat Pelayaran Menuju Bintang Ninggih, Tim SAR Terus Lakukan Pencarian
Info Marabahan- Suasana mencekam mewarnai pelayaran sebuah kapal yang melintasi Sungai Barito pada Selasa (26/8/2025) dini hari. Seorang Anak Buah Kapal (ABK) bernama Nursahid (27), yang sehari-hari bertugas sebagai 2nd Officer, dilaporkan hilang secara misterius saat kapal tengah berlayar menuju Bintang Ninggih.
Detik-Detik Hilangnya Korban
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.30 Wita. Awalnya, kru kapal mulai menyadari bahwa Nursahid tidak terlihat di pos tugasnya. Pencarian internal pun dilakukan dengan menyisir setiap sudut kapal, mulai dari dek, ruang kemudi, hingga ruang mesin. Namun, hasilnya nihil.
“Semua kru panik, mereka berlarian mencari Nursahid. Situasi sangat tegang karena kapal tetap melaju di sungai yang gelap dan berarus deras,” ungkap salah satu awak kapal.

Baca Juga : 14 Pejabat Baru Batola Siap Emban Amanah
Laporan ke Basarnas
Owner kapal segera melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin. Tak lama berselang, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Ditpolairud Polres Barito Kuala, dan KSOP Banjarmasin langsung bergerak menuju titik koordinat di mana korban diduga terjatuh.
Upaya Pencarian Intensif
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, menegaskan pihaknya tidak akan mengendurkan pencarian.
“Kami sudah menurunkan tim rescue lengkap dengan peralatan SAR air. Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran menyeluruh, dibagi ke beberapa sektor. Harapan kami, korban segera ditemukan,” jelas Putu.
Hingga Selasa malam, pencarian masih terus dilakukan dengan radius 1 nautical mile di sekitar lokasi. Kondisi air Sungai Barito yang keruh dan arus deras menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR.
Keluarga Menunggu Kabar
Nursahid, yang berasal dari Jawa, dikenal sebagai pribadi ramah dan rajin oleh rekan-rekannya. Kabar hilangnya dirinya membuat keluarga di kampung halaman sangat terpukul. Mereka berharap pencarian segera membuahkan hasil dan Nursahid dapat ditemukan dalam keadaan selamat.
Dukungan Semua Pihak
Pencarian ini mendapat dukungan penuh dari berbagai instansi, termasuk masyarakat sekitar aliran Sungai Barito. Nelayan setempat diminta ikut membantu memberikan informasi apabila melihat tanda-tanda keberadaan korban.
“Kami akan melanjutkan operasi hingga batas waktu yang ditentukan sesuai SOP, namun tidak menutup kemungkinan pencarian diperpanjang jika diperlukan,” tambah Putu.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus ABK yang hilang di perairan sungai maupun laut di Kalimantan Selatan. Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih bekerja tanpa lelah demi menemukan Nursahid.
















