Jalan Terbelah, Tiga Rumah Runtuh Akibat Longsor di Desa Ampukung Tabalong
Info Marabahan– Tanah Bergerak Cepat, Musibah tanah longsor melanda Desa Ampukung, Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong, Kamis pagi (14/8/2025). Tiga rumah warga yang berada di tepian sungai ambruk ke dalam aliran air, sementara badan jalan aspal penghubung desa terbelah sepanjang 150 meter. Kejadian ini membuat warga setempat panik dan terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat.
Tiga Rumah Hancur, Warga Mengungsi
Ketiga rumah yang runtuh tersebut milik warga RT 9 Desa Ampukung, yaitu Faridah, Yumita, dan Nor Aulia Fitria. Kondisi bangunan dikabarkan rusak total, sehingga pemiliknya tidak bisa lagi menempatinya.
“Rumah mereka langsung ambruk ke sungai. Untungnya tidak ada korban jiwa karena warga sempat menyadari tanda-tanda longsor sebelumnya,” ujar Camat Kelua, Fariddudin, saat dikonfirmasi.

Baca Juga: Juventus Mulai Pasrah: Vlahovic Bertahan, Risiko Pergi Gratis Mengintai
Menurutnya, tanah di lokasi tersebut sudah menunjukkan retakan sejak Rabu (13/8/2025) kemarin, namun pergerakannya belum signifikan. “Kemarin tanah yang longsor masih sedikit, tapi pagi ini tiba-tiba ambles dan membawa rumah-rumah warga ke sungai,” jelas Fariddudin.
Jalan Penghubung Desa Terbelah, Akses Transportasi Terhambat
Dampak lain dari longsor ini adalah rusaknya jalan aspal penghubung antara Desa Ampukung dan Desa Masintan. Retakan besar sepanjang 150 meter membuat badan jalan terbelah, sehingga kendaraan besar seperti truk tidak bisa melintas.
“Kami sudah memasang portal untuk membatasi kendaraan berat melintas. Sementara untuk kendaraan kecil masih bisa dengan hati-hati,” tegas Fariddudin.
Warga setempat khawatir kondisi jalan akan semakin parah jika hujan terus menerus terjadi. Mereka meminta pemerintah segera melakukan perbaikan infrastruktur untuk mencegah longsor lebih luas.
Hujan Deras Diduga Jadi Pemicu Utama
Fariddudin menduga, penyebab utama longsor adalah hujan deras yang mengguyur wilayah Tabalong sejak Rabu kemarin. “Tanah menjadi jenuh air dan kehilangan kekuatannya, akhirnya terjadi pergerakan tanah yang masif,” ujarnya.
Desa Ampukung sendiri terletak di daerah perbukitan dengan struktur tanah yang rawan longsor, terutama saat musim penghujan. Warga berharap ada upaya mitigasi bencana dari pemerintah, seperti pemasangan bronjong atau penanaman pohon penguat lereng.
Bantuan dan Penanganan Darurat
Pemerintah setempat telah berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Tabalong, untuk meninjau lokasi dan memberikan bantuan darurat.
“Kami sudah menghubungi pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut, termasuk evakuasi warga dan perbaikan infrastruktur yang rusak,” kata Fariddudin.
Sementara itu, ketiga keluarga korban terpaksa mengungsi ke rumah saudara atau tetangga terdekat. Mereka berharap ada bantuan tempat tinggal sementara atau relokasi ke lokasi yang lebih aman.
Kesadaran Warga dan Mitigasi Bencana
Kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan bencana, terutama di daerah rawan longsor. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
-
Pemantauan kondisi tanah – Warga perlu lebih peka terhadap retakan atau pergerakan tanah di sekitar rumah.
-
Penghijauan lereng – Penanaman pohon berakar kuat dapat mengurangi risiko longsor.
-
Pembangunan infrastruktur penguat – Pemasangan bronjong atau dinding penahan tanah diperlukan di daerah rawan.
-
Sistem peringatan dini – Sosialisasi dari pemerintah tentang tanda-tanda longsor bisa menyelamatkan nyawa.
Harapan Warga untuk Pemulihan
Warga Desa Ampukung berharap pemerintah segera mengambil tindakan nyata untuk memulihkan kondisi mereka. Selain perbaikan jalan, bantuan tempat tinggal dan kebutuhan pokok sangat dibutuhkan.
“Kami tidak bisa kembali ke rumah karena sudah hancur. Butuh bantuan untuk memulai hidup baru,” kata salah seorang korban, Faridah, dengan suara lirih.
Bencana ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak tentang pentingnya manajemen risiko bencana, terutama di daerah dengan topografi rawan seperti Tabalong. Semoga pemulihan bisa segera dilakukan agar warga dapat kembali beraktivitas dengan normal.
















